www.sandratiket.com
Kompleks PG Camming, Blok Garuda no.8
BONE - SULSEL

DISTRIBUTOR RESMI
PT. Arena Tiket Indonesia
Akta Notaris No. : 87, Tanggal : 18 November 2013
Daftar Perusahaan No. : AHU-0125170.AH.01.09 Tahun 2013
SIUP No. : 503/010333/Mkr/V/2014
TDP No. : 120215202007
NPWP No. : 66.589.515.7-542.000

Sabtu, 11 Maret 2017

Banyak Bandara Perintis Dikembangkan, Garuda Kaji Pengadaan Pesawat Kecil



Jakarta - Garuda Indonesia tengah menyiapkan rencana strategis perusahaan dalam memaksimalkan pengembangan bisnisnya terkait penambahan pesawat baru seiring dengan perkembangan bandara-bandara di Indonesia, khususnya untuk pesawat ukuran kecil atau ATR.

Pasalnya, saat ini ada banyak bandara yang tengah dilakukan pengembangan atau perluasan. Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, Garuda sebagai BUMN harus memikirkan bagaimana perjalanannya ke depan untuk bisa benar-benar meng-cover potensi bisnis yang ada.

"Kita cek untuk rencana fleet plan (pengadaan armada baru) ke depan. Kita kan ada 240-an airport. Komposisinya kan ada (bandara dengan panjang runway) yang 800 meter sampai 1200 meter, 2000 meter, dan sebagainya. Itu yang diminta plot lebih detail lagi untuk pengembangan, karena nanti ini akan dijadikan satu strategi yang terintegrasi dengan pengembangan-pengembangan airport seluruh Indonesia," katanya usai melakukan rapat di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Meski demikian, Arif mengaku rencana penambahan pesawat untuk tahun depan tidak dilakukan perubahan atau revisi. Seperti diketahui, Garuda akan membeli 9 pesawat baru yang terdiri dari 5 pesawat airbus 320 untuk anak usahanya, Citilink, dan 4 pesawat untuk Garuda (3 ATR dan 1 boeing 737 max).

Arif berujar, penambahan pesawat kecil seperti ATR termasuk yang paling disoroti oleh Kementerian BUMN. Karena ini terkait dengan bagaimana kebutuhan airport, soal pengembangan dan investasinya.

"Jadi tadi diminta oleh bu Menteri bagaimana planning ke depan khusus untuk di bandara-bandara pengumpan atau yang kecil. Kita masih akan ada meeting lanjutan lagi dengan Bu Menteri (Menteri BUMN) terutama dalam strategi fleet plan ke depan. Terutama untuk pengadaan pesawat yang kecil-kecil, feeder dan sebagainya," tutur dia.

"Dari 240 airport, kan 37-an yang bisa di-landing-i sama 320 dan 737. Sisanya kan banyak yang kecil-kecil. Itu kan belum tergantikan. Nah planning ini makanya akan di-matching-kan antara airline dan airport," tandasnya. (dna/dna)

Terima Kasih Telah Berkunjung ke sandratiket.com