www.sandratiket.com
Kompleks PG Camming, Blok Garuda no.8
BONE - SULSEL

DISTRIBUTOR RESMI
PT. Arena Tiket Indonesia
Akta Notaris No. : 87, Tanggal : 18 November 2013
Daftar Perusahaan No. : AHU-0125170.AH.01.09 Tahun 2013
SIUP No. : 503/010333/Mkr/V/2014
TDP No. : 120215202007
NPWP No. : 66.589.515.7-542.000

Sabtu, 11 Maret 2017

Berkonsep Hijau, Terminal Internasional Bandara Bandung Beroperasi

 
Bandung - Terminal baru untuk melayani penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, resmi beroperasi. Terminal baru ini mengusung konsep eco-airport yang modern dengan perpaduan citarasa budaya lokal. Seperti apa?

Dalam rilis yang diterima, Jumat (6/1/2017), PT Angkasa Pura II (Persero) menjelaskan konsep arsitektur bentuk atap terdiri atas atap Julang Ngapak Provinsi Jawa Barat. Desain interior keseluruhan terminal pun mendapat sentuhan khusus dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, sehingga meningkatkan estetika bandara kebanggaan ibu kota Jawa Barat itu.

Terminal baru seluas 6.297 meter persegi ini mampu menampung 1 juta penumpang pesawat per tahun. Adapun sebelumnya, pada 6 April 2016, di Bandara Husein Sastranegara telah dioperasikan terminal baru untuk penerbangan domestik.

"Sejalan dengan beroperasinya terminal domestik dan internasional yang baru, Bandara Internasional Husein Sastranegara kini memiliki kapasitas total 3,4 juta penumpang per tahun, atau jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya, yang hanya 600 ribu penumpang per tahun," jelas Director Operation & Engineering PT Angkasa Pura II (Persero) Djoko Murjatmodjo.

Djoko menjelaskan masyarakat yang pertama kali berkesempatan merasakan kenyamanan dan berbagai fasilitas di terminal ini adalah penumpang dua maskapai. Yakni AirAsia nomor penerbangan AK 417 tujuan Kuala Lumpur dengan keberangkatan pukul 08.30 WIB dan AirAsia nomor penerbangan QZ 365 tujuan Singapura berangkat pukul 08.35 WIB.

"PT Angkasa Pura II telah berkoordinasi dan melakukan simulasi uji coba terminal internasional baru ini dua minggu sebelum dilakukannya soft operation bersama berbagai stakeholder bandara, seperti maskapai, Imigrasi, Bea-Cukai, dan Karantina, guna memastikan kelancaran pada saat pengoperasian dalam rangka soft operation ini," jelasnya.

Fasilitas pelayanan juga ditingkatkan sesuai dengan standar Skytrax, antara lain disediakannya nursery room, quiet room, free charging terminal, free internet & wifi, serta fasilitas penyandang disabilitas.

Selain itu, dari sisi estetika seni, PT Angkasa Pura II bekerja sama dengan seniman Nyoman Nuarta untuk menempatkan beberapa karya seni patung khas Indonesia di galeri terminal internasional. Total investasi yang dikeluarkan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk pembangunan terminal baru domestik dan internasional serta fasilitas di Bandara Internasional Husein Sastranegara adalah Rp 177 miliar, yang seluruh pendanaan pembangunan tersebut menggunakan kas internal korporasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh pihak sehingga soft operation terminal internasional baru Bandara Husein Sastranegara dapat berjalan lancar. Dari sisi fasilitas pelayanan, terminal baru ini memiliki 10 counter check-in untuk penerbangan internasional dan sistem penanganan bagasi Automatic Baggage Conveyor terbaru untuk mempermudah serta mempercepat pengambilan bagasi kepada pengguna jasa bandara," papar Djoko

Bandara Internasional Husein Sastranegara saat ini melayani 40 penerbangan internasional per minggu dan 64 penerbangan domestik per hari. Maskapai yang telah membuka penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Husein Sastranegara adalah AirAsia, Lion Air, Citilink, Kalstar, Nam Air, Xpress Air, Wings Air, Malindo Air, dan Silk Air.

"Kami optimistis terminal baru ini akan mampu menarik minat maskapai untuk membuka rute internasional guna mendukung pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat, khususnya Bandung, serta Indonesia secara umum," kata Djoko.

Banyak Bandara Perintis Dikembangkan, Garuda Kaji Pengadaan Pesawat Kecil



Jakarta - Garuda Indonesia tengah menyiapkan rencana strategis perusahaan dalam memaksimalkan pengembangan bisnisnya terkait penambahan pesawat baru seiring dengan perkembangan bandara-bandara di Indonesia, khususnya untuk pesawat ukuran kecil atau ATR.

Pasalnya, saat ini ada banyak bandara yang tengah dilakukan pengembangan atau perluasan. Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, Garuda sebagai BUMN harus memikirkan bagaimana perjalanannya ke depan untuk bisa benar-benar meng-cover potensi bisnis yang ada.

"Kita cek untuk rencana fleet plan (pengadaan armada baru) ke depan. Kita kan ada 240-an airport. Komposisinya kan ada (bandara dengan panjang runway) yang 800 meter sampai 1200 meter, 2000 meter, dan sebagainya. Itu yang diminta plot lebih detail lagi untuk pengembangan, karena nanti ini akan dijadikan satu strategi yang terintegrasi dengan pengembangan-pengembangan airport seluruh Indonesia," katanya usai melakukan rapat di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Meski demikian, Arif mengaku rencana penambahan pesawat untuk tahun depan tidak dilakukan perubahan atau revisi. Seperti diketahui, Garuda akan membeli 9 pesawat baru yang terdiri dari 5 pesawat airbus 320 untuk anak usahanya, Citilink, dan 4 pesawat untuk Garuda (3 ATR dan 1 boeing 737 max).

Arif berujar, penambahan pesawat kecil seperti ATR termasuk yang paling disoroti oleh Kementerian BUMN. Karena ini terkait dengan bagaimana kebutuhan airport, soal pengembangan dan investasinya.

"Jadi tadi diminta oleh bu Menteri bagaimana planning ke depan khusus untuk di bandara-bandara pengumpan atau yang kecil. Kita masih akan ada meeting lanjutan lagi dengan Bu Menteri (Menteri BUMN) terutama dalam strategi fleet plan ke depan. Terutama untuk pengadaan pesawat yang kecil-kecil, feeder dan sebagainya," tutur dia.

"Dari 240 airport, kan 37-an yang bisa di-landing-i sama 320 dan 737. Sisanya kan banyak yang kecil-kecil. Itu kan belum tergantikan. Nah planning ini makanya akan di-matching-kan antara airline dan airport," tandasnya. (dna/dna)

Ini Alasan Citilink Buka Rute Direct China-Tanjungpinang



 
Tanjungpinang - Pemerintah sedang menggenjot pemasukan devisa negara dari kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Anak perusahaan Garuda Airline, Citilink pun melebarkan sayap ke China.

Presiden & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan, hari ini pesawatnya dalam perjalanan langsung ke China untuk pertama kali dari Bandara Haji Fisabililah Tanjung Pinang.

"Besok kita akan menerima tamu pertama dari Wuhan pukul 05.00 WIB. Itu bentuk dari komitmen kita untuk membantu target 20 juta orang turis asing pada tahun 2020 sebagaimana program Nawacita Pak Jokowi," kata Albert di Hotel Aston, Jl Adi Sucipto, Kota Tanjung Pinang, Sabtu (17/12/2016).

Citilink menurut Albert telah bekerja sama dengan partnernya di luar negeri untuk memastikan banyak turis yang datang. Menurutnya, Tanjung Pinang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Selain destinasi wisata, faktor keamanan turis menjadi pertimbangannya.

"Dengan target itu kita tahu banyak tempat indah bukan hanya Bali saja. Salah satunya ada di sini. Alasannya, kita sudah survei 3 sampai 6 bulan lalu, kita tawarkan beberapa kota di Indonesia dan menariknya Tanjung Pinang di pilih," imbuh Albert.

China dikatakan Albert pula akan menjadi sumber turis terbesar di kawasan Asia dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun ke depan. Oleh karenanya, penarikan turis China ke Indonesia akan sangat bermanfaat dan membawa investasi bagi provinsi berbentuk kepulauan ini.

Kita komit membuka penerbangan 4 sampai 5 kota di China. Pertama di Wuhan. Pada bulan Desember beberapa flight saja dan pada Januari hingga Februari bisa sampai 3 kali sehari dari Tanjung Pinang," ungkap Albert.

Pesawat Citilink yang akan diterbangkan ke China adalah jenis A320 dengan kapasitas 180 penumpang sekali jalan. Lama penerbangan sendiri akan ditempuh 5 jam perjalanan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut AP II Muhammad Awaluddin mengapresiasi pembukaan rute baru ini. Pihaknya selaku tuan rumah akan mendukung program pemerintah untuk bisa mencapai target kunjungan. 

Kita akan dorong slot penerbangannya bertambah dan tidak hanya dari China. Kita sama airline menghitung total kursi dan memperbaiki fasilitas bandara dengan menambah runway dari 2.006 meter menjadi 2.256," kata Muhammad.

"Kita akan menjamin dalam pelayanan. Untuk 2017 Kemenpar ingin membawa 15 juta dan tahun ini 12 juta wisatawan dan AP II kebagian 3 juta. Tahun depan kita akan ditergetkan 4 juta, maka difokuskan untuk kebutuhan airline," imbuh dia

Garuda Akan Terbang ke India & Tawarkan Tiket Promo


Jakarta - Garuda Indonesia bakal membuka rute penerbangan dari Indonesia ke India. Liburan ke Negeri Bollywood itu pun jadi lebih mudah.

Dalam rilis kepada detikTravel, Selasa (6/12/2016), Garuda Indonesia akan membuka rute baru Jakarta-Mumbai, dengan sekali transit di Bangkok. Pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta di Tangerang dan mendarat di Bandara Chhatrapati Shivaji di Mumbai, India.

Penerbangan perdana dari Jakarta dengan Boeing 737-800 akan berlangsung pada 12 Desember 2016 mendatang. Untuk jadwal penerbangannya 3 kali seminggu pada Senin, Rabu dan Jumat, pukul 12.55 WIB dari Jakarta dan 23.05 waktu setempat dari Mumbai.

Buat traveler yang ingin ke Mumbai naik Garuda Indonesia ini, ada penawaran harga spesial. Tiket pergi pulang (PP) Jakarta-Mumbai bisa traveler dapatkan mulai dari Rp 4 juta nett.

Harga ini khusus untuk periode pemesanan 12-25 Desember 2016. Sedangkan periode penerbangannya mulai tanggal 12 Desember 2016 hingga 31 Maret 2017. (fay/fay)

Wi-fi Murah di Bandara Soetta Ngebut 100 Mbps




Jakarta - Mengakses internet di Bandara Soekarno-Hatta kian mudah karena banyak titik Wi-fi baru yang dibangun. Selain koneksinya ngebut 100 Mbps, harganya pun lebih murah dibanding warnet.

Setelah sebelumnya di Terminal 3 difasilitasi oleh internet dengan kecepatan 50 Mbps, kini di Terminal 1 dan 2 akan ditambah sembilan titik Wi-fi.id dengan koneksi internet cepat hingga 100 Mbps.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, jika sebelumnya yang bisa mengakses Wi-fi hanya calon penumpang di dalam gedung terminal, sekarang semua pengguna jasa bandara yang bukan penumpang pesawat juga dapat menggunakan layanan ini.

"Jadi penjemput, pengunjung bandara yang tidak masuk ke dalam terminal dan butuh internet, bisa pakai fasilitas Wi-fi corner ini. Kami kerja sama dengan Telkom, membuat 17 venue Wi-fi corner di area terminal dan sekitarnya," ujarnya kepada detikINET, Kamis (24/11/2016).

Belasan venue Wi-fi corner terbagi menjadi sembilan venue di Terminal 1 dan 2, enam venue di area kargo serta perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, dan di area community center yang berada di gedung serba guna PT Angkasa Pura II.

Kecepatan internet yang dapat dijangkau oleh pengguna melalui Wi-fi corner ini mencapai 100 Mbps. Untuk dapat mengakses internet di Wi-fi corner, pengguna jasa bandara perlu melakukan registrasi dengan mengirim SMS ke 98108, lalu ketik net (spasi) 5000 atau membeli voucher di booth yang tersedia seharga Rp 5.000.

"Kalau registrasi pakai SMS, dapat internet enam jam. Kalau beli voucher-nya, bisa sampai 12 jam dengan tarif Rp 5.000. Dibandingkan dengan tarif di warnet, cukup menarik buat pengguna. Internet enam dan 12 jam ini tanpa batasan kuota atau unlimited," tutur Awaluddin.

Ke depan, kawasan Bandara Soekarno-Hatta akan mengintegrasikan kualitas internetnya dan membuat semua proses bisnis mengarah ke model digital. Sebutan Bandara Soekarno-Hatta juga akan diperkenalkan sebagai Soekarno-Hatta Digital Aeroplex.

"Kami bakal launching aplikasi bernama Indonesia Airports. Nanti, dari aplikasi itu, bisa untuk ambil antrean taksi, dapat notifikasi status penerbangan, tracking posisi pesawat, shuttle bus, mobil penjemput, dan fitur lain yang masih dalam tahap pengembangan," kata dia.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke sandratiket.com