www.sandratiket.com
Kompleks PG Camming, Blok Garuda no.8
BONE - SULSEL

DISTRIBUTOR RESMI
PT. Arena Tiket Indonesia
Akta Notaris No. : 87, Tanggal : 18 November 2013
Daftar Perusahaan No. : AHU-0125170.AH.01.09 Tahun 2013
SIUP No. : 503/010333/Mkr/V/2014
TDP No. : 120215202007
NPWP No. : 66.589.515.7-542.000

Selasa, 14 Oktober 2014

Garuda akan Buka Konektivitas Amsterdam-Lisabon

Lisabon - PT Garuda Indonesia Tbk berkeinginan untuk memperlebar penerbangannya menuju Portugal dan kawasan-kawasan sekitarnya. Untuk merealisasikan ini, harus ada perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan Portugal.

Garuda akan bekerja sama dengan TAP Air (maskapai nasional Portugal) melakukan co-chair untuk membuka konektivitas Amsterdam-Lisabon. 

Rencana ini disampaikan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar seusai mengikuti Business Forum di Hotel Ritz Four Season, Lisabon, Portugal, Jumat (19/9/2014). Pertemuan bisnis ini dihadiri oleh banyak pejabat dan pengusaha Portugal. 

"Kami membahas konektivitas, bagaimana konektivitas antara Lisabon dan Jakarta bisa dilakukan. Garuda saat ini kan terbang ke Amsterdam, kemudian bagaimana bisa lanjut koneksi menuju Lisabon dengan TAP, dengan sistem co-chair," kata Emirsyah. 

Namun, untuk melakukan co-chair antara Garuda dengan TAP, lanjut Emirsyah, perlu ada pembahasan 'Air Service Agreement' antara pemerintah Indonesia dan Portugal. "Kami kemarin sudah bertemu dengan Kementerian Infrastruktur dan Transportasi, dan ini nanti perlu ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan kita," ujar dia. 

Emirsyah yakin dengan adanya konektivitas Amsterdam-Lisabon yang dimiliki oleh Garuda dan TAP, maka aktivitas bisnis dan pariwisata bisa ditingkatkan. Saat ini, kata dia, pasar di Portugal memang masih rendah, tingkat kunjungan wisatawan Portugal ke Indonesia hanya ribuan orang per tahun. 

"Pasar yang rendah ini karena konektivitas belum ada. Kita lihat ada dua kemungkinan, apakah the trade follow the ship atau the ship follow the trade," ujar dia. 

Untuk merealisasikan ini, Emirsyah belum mematok tenggat waktunya. Sebab, harus ada tindak lanjut terlebih dulu dari Kementerian Perhubungan untuk membahas 'Air Service Agreement' dengan pemerintah Portugal, meski saat ini ada group agreement antara Uni Eropa dengan Asean.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke sandratiket.com